Senin, 10 April 2023

 

PERAN FILSAFAT PENDIDIKAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK

Tisa Nur Cahyanita

NIM: 214110405037

Progam Studi: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Unuversitas Islam Negeri Prof. K.H Saifuddin Zuhri Purwokerto

 tisanurcahyanita@gmail.com

Abstrak

Artikel ini menjelaskan tentang peran filsafat dalam pembentukan karakter peserta didik agar hidup manusia lebih baik. Peran filsafat memberikan tanggung jawab kepada calon guru tentang hakikat setiap praktik pembelajaran disekolah. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan selalu memerlukan bantuan orang lain. Oleh karena itu manusia bisa membentuk karakternya sendiri, agar hidup manusia lebih baik lagi. Salah satu unsur terpenting untuk membentuk karakter dan hidup manusia agar lebih baik lagi yaitu manusia tidak boleh lepas dari agama. Oleh karena itu filsafat memiliki kajian yang dapat berperan penting dalam proses pembentukan karakter manusia.

Kata kunci: peran filsifat, pendidikan, karakter.

PENDAHULUAN

Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah upaya seseorang memberikan tuntunan terhadap anak yang dimilikinya dengan maksud untuk membentuk budi pekerti. Pendidikan merupakan sebuah proses humanime yang dikenal dengan istilah memanusiakan manusia. Maka dari itu kita harus menghormati hak asasi setiap manusia. Siswa merupakan generasi yang perlu didorong dalam setiap reaksi perubahannya menuju pendewasaan supaya berpikir kritis dan memiliki sikap akhlak yang baik. Pendidikan memiliki semboyan yaitu “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani” semboyan itu dapat kita simpulkan bahwa peran guru sebagai pondasi dan ujung tombak dalam melaksanakan laju pendidikan karena guru secara langsung mempengaruhi, membina dan mengembangkan kemampuan siswa dalam proses pembelajaran aga menjadi cerdas, terampil dan bermoral tinggi.

Karakter merupakan kondisi yang dimiliki oleh seseorang yang bersifat bawaan. Kondisi ini bersifat bawaan yang melandasi pemikiran bahwa karakter dapat dibentuk yaitu melalui pendidikan. Karakter dapat dipandang malalui cara berpikir dan berperilaku pada setiap individu dalam hidup, bergaul dan bekerjasama dilingkungan keluarga dan masyarakat. Pendidikan karakter berkaitan dengan nilai moral dan nilai etik yang harus di didikan pada peserta didik. Nilai pendidikan seharusnya dikembangkan dalam pendidikan menjadi dasar dari kurikulum sekolah yang bertujuan mengembangkan secara berkesinambungan. Karakter tidak hanya dikembangkan disekolah, dilingkungan masyarakat juga harus dikembangkan dengan cara memberikan contoh dan mendorong sifat baik dengan ciri karakter yang diinginkan seperti kejujuran, kesopanan, keberanian, ketekunan, toleransi, menghormati dan bertanggung jawab untuk kebaikan umum. Tujuannya untuk menciptakan pengalaman bagi siswa untuk membangun dan membentuk karakter yang unggul.

METODE PENELITIAN

            Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi literatur sebagai metode penelitian dengan digunakannya beberapa literatur berupa jurnal dan buku yang terkait dengan peran filsafat dalam membentuk karakter.

HASIL DAN PEMBAHASAN

            Pendidikan sekarang kurang tegas untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda dinegara Indonesia. Krisis tersebut berupa meningkatnya pergaulan, kejahatan terhadap teman, pencurian, kebiasaan menyontek, pornografi dan berani pada guru. Oleh karena itu sistem pendidikan sekarang masih jauh dari kata berhasil untuk menghasilkan generasi penerus bangsa, dibuktikan dengan munculnya kasus korupsi dalam pemerintah, kejahatan seksual yang merajalela, narkoba yang memakan korban. Berdasarkan realita tersebut perlu adanya perombakan sistem pendidikan agar dapat menghasilkan generasi yang cerdas.

            Filsafat bertumpu pada kemampuan manusia, kebenaran hakiki yang dicari adalah sejauh yang dapat dijangkau oleh akal manusia sebagai kegiatan berpikir. Filsafat menghasilkan gambaran pemikiran secara menyeluruh dan komprehensif. Pemikiran filsafat bersifat spekulatif artinya merenung, memikirkan sesuatu tanpa keharusan dengan adanya objek yang dipikirkan.

            Menurut filsafat pendidikan terdapat beberapa aliran yang saling merekontruksi masing-masing paradigma pendidikan. paradigma yang dimaksud adalah sebagai salah satu perspektif filosofisi dalam membaca persoalan mengenai pendidikan. Dari kelima aliran filsafat menjadi dasar dan landasan dalam pendidikan karakter adalah aliran progresivisme, aliran ini berupaya untuk untuk mengembangkan siswa untuk bisa berpikir yang baik dengan menekankan prinsip diri sendiri, sosialisasi dan demokrasi. Progresivisme juga menaruh kepercayaan terhadap kebebasan manusia dalam menentukan hidupnya, serta lingkungan hidup yang dapat memengaruhi kepribadiannya. Pandangan ini memfokuskan pada anak sebagai keseluruhan dari pada isi pelajaran dan guru. Mengarahkan bagaimana anak belajar melalui keaktifan mereka. Siswa dapat belajar melalui bekerja. Isi pelajaran didasarkan atas kepentingan dan permasalahan dalam diri anak. Pencarian jawaban melalui metode ilmiah serta proses mencari tahu. Beberapa hal yang terkandung dalam aliran progresivisme ini kemudian secara mendalam dipikirkan untuk memunculkan sebuah paradigma pendidikan dewasa ini, yang tidak lain adalah pendidikan karakter.

Peran Filsafat dalam Membangun Manusia Berkarakter

            Pembentukan karakter siswa dalam pendidikan karakter menekankan prinsip disiplin diri sendiri, sosialisasi dan demokrasi seperti yang dikemukakan aliran progresivisme. Pembentukan karakter siswa di arahkan menjadi karakter yang baik. Oleh karenanya, pendidikan karakter dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu siswa memahami nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, dan perbuatan berdasarkan norma agama, hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat.

            Orang yang memiliki karakter kuat mereka tidak mau dikuasai oleh sekumpulan realitas yang telas ada begitu saja dari asalnya. Sedangkan orang yang memiliki karakter lemah adalah orang yang tunduk pada sekumpulan kondisi yang telah diberikan kepadanya tanpa dapat menguasainya. Orang yang berakter dengan demikian seperti seorang yang membangun dan merancang masa depannya sendiri, ia tidak mau dikuasai oleh kondisi kodratinya yang menghambat pertumbuhannya. Sebaliknya ia menguasainya, mengembangkannya demi kesempurnaan kemanusiaannya.

Ciri Manusia yang Berkarakter

Sumber daya manusia yang berkarakter dicirikan oleh kapasitas mental yang berbeda dengan orang lain seperti keterpecayaan, ketulusan, ketegaran, kekuatan dalam memegang prinsip dan sifat unik yang melekat pada dirinya. Secara lebih rinci yang dimaksud manusia berkarakter dan senantiasa melekat dengan kepribadian bangsa yaitu:

1.      Religious, yaitu memiliki sikap hidup dan kepribadian yang taat beribadah, jujur, terpercaya, dermawan, saling tolong menolong dan toleran.

2.      Moderat, yaitu memilikisikap hidup yang tidak radikal dan tercermin dalam kepribadiaan yang tengahan antara individu dan sosial berorientasi materi dan ruhani serta mampu hidup dan kerjasama dalam kemajemukan.

3.      Cerdas, yaitu memiliki sikap hidup dan kepribadian yang rasional, cinta ilmu, terbuka dan berpikiran maju.

4.      Mandiri, yaitu memiliki sikap hidup dan kepribadian merdeka, disiplin tinggi, hemat, menghargai waktu, ulet, wirausaha, kerja keras dan memiliki cinta kebangsaan yang tinggi tanpa kehilangan orientasi nilai-nilai kemanusiaan universal dan hubungan antar peradaban bangsa-bangsa.

Unsur lain yang dapat membantu membentuk karakter manusia sehinnga manusia dapat hidup secara baik, lebih bijaksana adalah agama. Agama mengandung nilai universal yang pada hakekatnya mengajarkan yang baik bagi penganutnya.

Strategi Membentuk Manusia Berkarakter

            Dalam pembentukan karakter menuju terbentuknya akhlak yang mulia dalam diri setiap peserta didik ada tiga tahapan yang harus dilalui diantarannya:

1.      Moral acting (tindakan yang baik) dengan cara habituasi (pembiasaan) dan pembudayaan. Kebiasaan adalah yang memberi sifat dan jalan yang tertentu dalam pikiran, keyakinan, keinginan dan percakapan. Hukum pembiasaan itu melalui emapat tahapan yaki berpikir, perekaman, pengulangan, penyimpanan, pengulangan dan kebiasaan.

2.      Membelajarkan pengetahuan tentang nilai-nilai yang baik (moral knowing). Kebiasaan baik yang dilakukan seseorang atau hal baik yang belum dilakukan harus diberi pemahaman dan pengetahuan tentang nilai manfaat, rasionalisasi dan akibat dari nilai baik yang dilakukan.

3.      Moral feeling dan loving (merasakan dan mencintai yang baik)

Pola pikir yang positif terhadap nilai kebaikan akan merasakan manfaat dari berprilaku baik. Jika seseorang sudah merasakan nilai manfaat dari malakukan hal yang baik maka segenap dirinya akan berkorban demi melakukan yang baik tersebut.

4.      Keteladanan (moral) dari lingkungan sekitar setiap orang butuh keteladanan dari lingkungan sekitarnya. Manusia lebih banyak belajar dan mencontohkan dari apa yang ia lihat dan alami.

5.      Pertaubatan dari segala dosa dan hal yang tidak bermanfaat sekalipun boleh (tidak berdosa).

Peran Guru dalam Pendidikan Karakter di Sekolah

            Guru akan menjadi pioner dan koordinator pendidikan karakter disekolah. Karena guru memiliki tugas untuk membantu mengembangkan kepedulian sosial dan masalah kesehatan mental, dengan demikian guru harus akrab dengan pendidikan karakter. Guru harus mampu melibatkan semua pemangku kepentingan, mulai dari progam pelayanan dasar yang berupa rancangan kurikulum bimbingan yang berisi materi tentang pendidikan karakter, seperti kerja sama,keragaman, kejujuran, menangani kecemasan, membantu orang lain, persahabat, cara belajar, dsb. Begitu pentingnya pendidikan karakter di negeri ini. Untuk itu bagi para guru, dosen maupun orang tua hendaknya menanamkan karakter pada anak didiknya.

Kesimpulan

            Pendidikan karakter merupakan upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik mamahami nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia dan lingkungan yang erwujud dalam kejujuran, kesopanan, keberanian, ketekunan, toleransi, menghormati dan bertanggung jawab untuk kebaikan umum. Manuasia pendidikan karekter memiliki ciri-ciri yaitu, religious, moderat, cerdas dan mandiri.

Saran

            Pendidikan karakter merupakan sesuatu yang sangat penting dan harus dipahami serta dipraktekan secara menyeluruh. Pembentukan karakter pada umumnya terjadi pada masa anak-anak, mendorong orang tua untuk bersikap bersikap serius dalam masalah ini. Orang tua harus memberikan pendidikan yang baik dalam rangka membentuk karakter anak. Sehingga diharapkan lahir generasi penerus bangsa yang memiliki karakter kuat dalam rangka memajukan bangsa dan negara.

Daftat Pustaka

Agustian, Membangun Sumber Daya Manusia dengan Kesinergisan antara Kecerdasan Spiritual, Emosional, dan Intelektual. Pidato Ilmiah Penganugerahan Gelar Kehormatan Doctor Honoris Causa di Bidang Pendidikan Karakter, UNY 2007.

Desi Pristiwanti dkk, Pengertian Pendidikan, Jurnal: Pendidikan dan Konseling, Vol. 4, No. 6.

I Gusti Agung Made Gede Mudana, Membangun Karakter Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan KI Hajar Dewantara, Jurnal: Filsafat Indonesia, Vol. 2, No. 2.

Jenian, Filsafat Pendidikan, Jurnal: El- Afkar, Vol. 7, No. 1.

Nurul Andie, Peran Media Pembelajaran Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Vol. 2, No. 1.

Sofian Efendi, Peran Pendidikan Islam Dalam Membentuk Manusia Indonesia Yang Berkarakter Dan Berkepribadian, Jurnal: Kopertais XI Kalimantan, Vol.15, No. 27.

Yudianto dkk, Pembentukan Karakteristik Siswa Dalam Pendidikan Karakter Ditinjau Dari Aliran Progresivisme, Jurnal: Sosial dan Teknologi, Vol. 1, No. 8.

Zainal Abidin, Filsafat Manusia, Mengenal Manusia dengan Filsafat, PT Rosda Remaja, 2006, Bandung.

Selasa, 27 Februari 2018

Mata pelajaran tervaforit

  Di sekolah terdapat 12 jenis mata pelajaran. Di ananta 12 mata pelajaran itu teterdapat 1 jenis mata pelajaran yang paling disukai oleh setiap siswa.dan saya juga mempunyai 1 mata pelajaran tervaforit yaitu Tik karena saya suka akses Internet. Menurut saya tik menyenangkan dan mudah dimengerti. Di materi tik saya suka materi akses Internet.
A.pengertian browser
    Browser adalah program aplikasi yang berfungsi untuk menterjemahkan kode-kode HTML kedalam sebuah halaman Web. Browser yang terkenal dan banyak digunakan saat ini antara lain IE,mozzila Firefox, Opera dll.
B.fungsi browser
    1.software yang digunakan untuk menjelajah di internet.
    2.menerjemahkan kode-kode HTML menjadi suatu dokumen
    3.mencari informasi dari suatu Web
C.memulai browsing dengan google Chrome
1.cari ikon Internet Explorer melalui menu star
2.klik 2x ikon Google Chrome di desktop
3.menggunakan ikon di Quick launch
D. Komponen-komponen browser Google Chrome
   Browser IE tidak jauh berbeda dengan tampilan aplikasi berbasis Windows.
E. Alamat website
    A.IP Addres
    B. DNS